Malaikaat sunyi, menyapa keheningan di pagi buta
merentang sayap jibril, menutup pintu tabir senyumku
berkelebat sosok tanpa bayangan, menyeringai sinar putih
terpejam mataku
merinding itu jibril, itu jibril..teriaku pada kehingan
malaikat jibril telah turun ke bumi, mau membumikan wahyukah?? Jibril, penduduk kota masih terlelap, terbuai zaman di Negeri mimpi.
malaikat sunyi, menyapa keheningan dipagi buta ketika kerak bumi telah jatuh berguncang membangunkan seisi kota
Tuhan, engkau telah melihatkan kekuasaan-Mu
Aku terbengong, air laut telah menyapu daratan, membersihkan bumi, memandikan manusia dari segala kotoran untuk sebuah perjalanan..
'' ..menuju ke Rab-Mu untuk sebuah keabadian"
Catatan : puisi dibuat pada 27 Des 2005 untuk mengenang musibah tsunami di DI Aceh
Jumat, 24 Februari 2017
Rabu, 11 Januari 2017
Sebuah Tonggak
Lidah itu jika sudah bergerak lebih tajam dari sebilah mata pisau.
Putus asa adalah penghalang besar bagi cita hidupmu. Kemauan dan percaya diri adalah jalan berliku menuju tangga kesuksesan, malas dan iri dengki adalah penyakit hati yang harus diobati.
Satu senyuman merubah dunia
Senyumanlah yang mampu mencairkan
gunung es yang beku, sedang seringan ringan ibadah adalah memberikan senyuman
yang tulus disetiap waktu dan kesempatan kepada siapa saja, terutama orang –
orang disekeliling kita.
Mencari jalan pulang dipersimpangan jalan
Ketika hidup dihadapkan pada
sebuah pilihan, jalan mana yang akan kita tempuh apa sebuah jalan berliku yang
penuh batu terjal atau jalan mulus tanpa rintangan, kuncinya adalah menetapkan
hati dengan sebuah keyakinan yang mantap bahwa inilah jalan terbaik.
Langganan:
Postingan (Atom)