Jumat, 24 Februari 2017

Sayap Malaikat

Malaikaat sunyi, menyapa keheningan di pagi buta
merentang sayap jibril, menutup pintu tabir senyumku


berkelebat sosok tanpa bayangan, menyeringai sinar putih
terpejam mataku
merinding itu jibril, itu jibril..teriaku pada kehingan

malaikat jibril telah turun ke bumi, mau membumikan wahyukah?? Jibril, penduduk kota masih terlelap, terbuai zaman di Negeri mimpi.

malaikat sunyi, menyapa keheningan dipagi buta ketika kerak bumi telah jatuh berguncang membangunkan seisi kota

Tuhan, engkau telah melihatkan kekuasaan-Mu

Aku terbengong, air laut telah menyapu daratan, membersihkan bumi, memandikan manusia dari segala kotoran untuk sebuah perjalanan..
'' ..menuju ke Rab-Mu untuk sebuah keabadian"


Catatan : puisi dibuat pada 27 Des 2005 untuk  mengenang musibah tsunami di DI Aceh

Rabu, 11 Januari 2017

Sebuah Tonggak

Tangan dan pena adalah sahabat setiaku, kejujuran adalah buahnya dan mata adalah saksinya. Mata hati adalah cermin dari hati nurani yang memantulkan jiwa berpribadi, sebagai seorang yang mempunyai sikap jatidiri, lidah adalah madu dan racun, jikalau ramah manis yang kau dapat, jikalau busuk bisa yang kau terima.

Lidah itu jika sudah bergerak lebih tajam dari sebilah mata pisau.Peganglah selalu lentera hati kemana engkau pergi, sehingga jalan kebenaran pastikan kau temui, meski aral melintang silih berganti.

Putus asa adalah penghalang besar bagi cita hidupmu. Kemauan dan percaya diri adalah jalan berliku menuju tangga kesuksesan, malas dan iri dengki adalah penyakit hati yang harus diobati.


Berdisiplin diri dan berbesar hati adalah adalah ramuan seorang lelaki sejati, Aku adalah seorang lelaki yang berpribadi, tanganku siap menggoreskan pena menulis seklumit syair, sepenggal cerita tentang seorang sahabat dan sebuah kejujuran.

Satu senyuman merubah dunia

Senyumanlah yang mampu mencairkan gunung es yang beku, sedang seringan ringan ibadah adalah memberikan senyuman yang tulus disetiap waktu dan kesempatan kepada siapa saja, terutama orang – orang disekeliling kita. 

Mencari jalan pulang dipersimpangan jalan

Ketika hidup dihadapkan pada sebuah pilihan, jalan mana yang akan kita tempuh apa sebuah jalan berliku yang penuh batu terjal atau jalan mulus tanpa rintangan, kuncinya adalah menetapkan hati dengan sebuah keyakinan yang mantap bahwa inilah jalan terbaik.