Jumat, 24 Februari 2017

Sayap Malaikat

Malaikaat sunyi, menyapa keheningan di pagi buta
merentang sayap jibril, menutup pintu tabir senyumku


berkelebat sosok tanpa bayangan, menyeringai sinar putih
terpejam mataku
merinding itu jibril, itu jibril..teriaku pada kehingan

malaikat jibril telah turun ke bumi, mau membumikan wahyukah?? Jibril, penduduk kota masih terlelap, terbuai zaman di Negeri mimpi.

malaikat sunyi, menyapa keheningan dipagi buta ketika kerak bumi telah jatuh berguncang membangunkan seisi kota

Tuhan, engkau telah melihatkan kekuasaan-Mu

Aku terbengong, air laut telah menyapu daratan, membersihkan bumi, memandikan manusia dari segala kotoran untuk sebuah perjalanan..
'' ..menuju ke Rab-Mu untuk sebuah keabadian"


Catatan : puisi dibuat pada 27 Des 2005 untuk  mengenang musibah tsunami di DI Aceh

Tidak ada komentar: