Rabu, 11 Januari 2017

Sebuah Tonggak

Tangan dan pena adalah sahabat setiaku, kejujuran adalah buahnya dan mata adalah saksinya. Mata hati adalah cermin dari hati nurani yang memantulkan jiwa berpribadi, sebagai seorang yang mempunyai sikap jatidiri, lidah adalah madu dan racun, jikalau ramah manis yang kau dapat, jikalau busuk bisa yang kau terima.

Lidah itu jika sudah bergerak lebih tajam dari sebilah mata pisau.Peganglah selalu lentera hati kemana engkau pergi, sehingga jalan kebenaran pastikan kau temui, meski aral melintang silih berganti.

Putus asa adalah penghalang besar bagi cita hidupmu. Kemauan dan percaya diri adalah jalan berliku menuju tangga kesuksesan, malas dan iri dengki adalah penyakit hati yang harus diobati.


Berdisiplin diri dan berbesar hati adalah adalah ramuan seorang lelaki sejati, Aku adalah seorang lelaki yang berpribadi, tanganku siap menggoreskan pena menulis seklumit syair, sepenggal cerita tentang seorang sahabat dan sebuah kejujuran.

Tidak ada komentar: